<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Resensi Arsip - Lebur.id</title>
	<atom:link href="https://lebur.id/category/literasi/resensi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lebur.id/category/literasi/resensi/</link>
	<description>Asyik dan Mendidik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2021 11:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://lebur.id/wp-content/uploads/2020/05/cropped-Lebur.id3_-32x32.png</url>
	<title>Resensi Arsip - Lebur.id</title>
	<link>https://lebur.id/category/literasi/resensi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jurus Jitu Menjadi Negosiator Handal</title>
		<link>https://lebur.id/2021/04/08/jurus-jitu-menjadi-negosiator-handal/</link>
					<comments>https://lebur.id/2021/04/08/jurus-jitu-menjadi-negosiator-handal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lebur.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2021 11:52:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lebur.id/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa bilang negosiasi itu su­sah? Buku Teknik Negosiasi Kekinian ini menjelaskan mengenai teknik bernegosiasi untuk pemula dan siapapun dapat dengan mudah memahaminya. Yang membedakan buku ini dengan buku sejenis lainnya adalah bahwa semua harus dimulai dengan mindset, hendaknya kita harus paham apa saja hukum-hukum alam dari bernegosiasi dan kita juga harus sadar bahwa bukan hanya dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2021/04/08/jurus-jitu-menjadi-negosiator-handal/">Jurus Jitu Menjadi Negosiator Handal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Siapa</strong> bilang negosiasi itu su­sah? Buku Teknik Negosiasi Kekinian ini menjelaskan mengenai teknik bernegosiasi untuk pemula dan siapapun dapat dengan mudah memahaminya. Yang membedakan buku ini dengan buku sejenis lainnya adalah bahwa semua harus dimulai dengan <em>mindset</em>, hendaknya kita harus paham apa saja hukum-hukum alam dari bernegosiasi dan kita juga harus sadar bahwa bukan hanya dalam rapat-rapat penting namun setiap hari kita melakukan negosiasi.</p>
<p>Manfaat dari pemahaman yang benar mengenai bernegosiasi akan sangat membantu semua orang dari berbagai kalangan. Hal lain yang membedakan buku ini adalah pembawaannya yang tidak terlalu formal dan membosankan, banyak membawa pembaca pada sebuah contoh dan analogi yang dapat membantu pemahaman pemula dalam waktu yang singkat.</p>
<p>Donny Susilo, MBA sebagai penulis buku Teknik Negosiasi Kekinian yang telah berkecimpung di dunia bisnis sebagai konsultan business plan skala international mengharapkan buku ini dapat membuat pembaca mengerti bahwa negosiasi adalah topik yang sangat menarik untuk dipelajari. Adapun kata-kata “Kekinian” di dalam judul dipilihnya karena buku ini memberikan pendekatan yang baru dan terkini mengenai bagaimana sesesorang seharunya belajar mengenai negosiasi.</p>
<p>Berbagai strategi untuk menang dalam negosiasi disajikan dalam cerita yang menarik dan berguna bagi pembacanya sehingga dapat membuat pembaca mengetahui dua aspek besar tujuan bernegosiasi. Yaitu tujuan kita dan tujuan mereka. Itu yang biasa disebut dengan <em>win-win solution.</em></p>
<p>Namun apakah kita benar-benar harus berkorban untuk mendapatkan <em>win-win solution?</em> Bagaimana jika buku ini dapat membuat anda menang sepenuhnya dan menguasai pikiran lawan dalam mencapai hal itu? Semua rahasia tersebut tersaji di dalam pesan yang tertuliskan di buku ini.</p>
<p>Pasalnya tidak banyak yang paham bahwa di samping dari semua teknik-teknik bernegosiasi itu yang bisa anda pelajari secara bebas di luar sana, pembentukan mindset atau pola pikir harus terlebih dahulu dibentuk. Buku ini mengajarkan bagaimana memenangkan negosiasi tanpa harus mengorbankan keinginan kita, kita tidak perlu mengorbankan apapun untuk lawan kita, namun cukup dengan buat mereka merasa menang. Untuk seorang negotiator, negosiasi adalah mencari <em>win-lose solution </em>yang menguntungkan bagi dirinya sendiri dengan cara menciptakan win-win solution di mata lawannya, semua terkait persepsi.</p>
<p>Ada beberapa hal yang perlu anda tanamkan di dalam mindset anda jika ingin menjadi negosiator yang ha­ndal. Penting untuk diketahui bahwa negosiasi tidak sama dengan merampok. Kita tidak pernah membiarkan lawan negosiasi kita pergi tanpa membawa pulang sesuatu di tangannya. Semua hal bisa dinegosiasikan, terlepas dimanapun anda berada, perbe­daan budaya hanya merubah cara ne­gosiasi namun intinya buku ini mengajarkan bahwa satu hukum pasti di dunia ini yang tidak dapat digantikan dengan apapun, bahwa selama dunia ini tidak sempurna, maka semua bisa dinegosiasikan.</p>
<p>Negosiator yang handal juga harus jeli melihat peluang, hal yang bisa dinegosiasikan bukan hanya uang namun semua hal. Hal terakhir yang perlu ditanamkan di dalam mindset anda adalah selalu melihat <em>bigger picture</em> dari setiap kondisi yang ada, hal ini penting untuk mengetahui dengan siapa harusnya anda bernegosiasi, ada orang yang bisa membuat keputusan, ada orang yang tidak bisa membuat keputusan, adapula orang yang lebih powerful dari pembuat keputusan. Kenali siapa lawan bi­cara anda jika tidak ingin membuang-buang waktu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Judul: Teknik Negosiasi Kekinian</strong></p>
<p><strong>Penulis: Donny Susilo, MBA</strong></p>
<p><strong>Penerbit: Selaksa Media</strong></p>
<p><strong>Cetakan: Cetakan pertama, 2020</strong></p>
<p><strong>Tebal: 86 halaman</strong></p>
<p><strong>ISBN: 978-602-5437-26-7</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2021/04/08/jurus-jitu-menjadi-negosiator-handal/">Jurus Jitu Menjadi Negosiator Handal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lebur.id/2021/04/08/jurus-jitu-menjadi-negosiator-handal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ajaran Anti Hoaks dan Ujaran Kebencian</title>
		<link>https://lebur.id/2020/08/08/ajaran-anti-hoaks-dan-ujaran-kebencian/</link>
					<comments>https://lebur.id/2020/08/08/ajaran-anti-hoaks-dan-ujaran-kebencian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lebur.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2020 02:47:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lebur.id/?p=701</guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul Buku      : Islamku, Islammu, Islam Kita Penulis             : Edi AH Iyubenu Penerbit           : Diva Press Cetakan           : 1. 2018 Tebal               : 196 Halaman ISBN               : 978-602-391-667-2 Peresensi       : Ainur Khalis Islam sejatinya hadir sebagai penebar kedamaian, tak hanya bagi pemeluknya namun juga bagi semua golongan yang ada di sekitarnya. Misi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/08/08/ajaran-anti-hoaks-dan-ujaran-kebencian/">Ajaran Anti Hoaks dan Ujaran Kebencian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Judul Buku      : Islamku, Islammu, Islam Kita</em></p>
<p><em>Penulis             : Edi AH Iyubenu</em></p>
<p><em>Penerbit           : Diva Press</em></p>
<p><em>Cetakan           : 1. 2018</em></p>
<p><em>Tebal               : 196 Halaman</em></p>
<p><em>ISBN               : 978-602-391-667-2</em></p>
<p><strong><em>Peresensi       : Ainur Khalis</em></strong></p>
<p>Islam sejatinya hadir sebagai penebar kedamaian, tak hanya bagi pemeluknya namun juga bagi semua golongan yang ada di sekitarnya. Misi ini sudah sering kita dengar bahwa islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam. sehingga bisa dipastikan bahwa tak ada pesan kekerasan dalam islam itu sendiri.</p>
<p>Gambaran wajah islam yang adem dan penuh perdamian bisa kita temukan dalam buku berjudul Islamku, Islammu, Islam Kita karangan Edi AH Iyubenu ini, buku kumpulan esai-esai ringan ini memaparkan seputar fakta keislaman sebagai agama yang penuh dengan nilai-nilai cinta dan kasih sayang, baik antar manusia termasuk dengan mahluk lainnya.</p>
<p>Salah satu prinsip islam yang bisa kita cermati dalam konteks kekinian adalah prinsip anti hoaks (fitnah) dan ujaran kebencian, sebagai orang yang mengetahui ajaran agama kita tentu sudah sangat memahami bahwa fitnah daa ujaran kebencian sangatlah dilarang oleh islam, karena  hal itu bisa berdampak buruk terhadap orang banyak. Kasus penyebaran hoaks (fotnah) yang sudah bertaburan saat ini jelas merupakan tindakan onom tertentu yang tidak mampu memahami islam secara utuh, termasuk mereka yang menyampaikan ujaran kebencian atas nama agama.</p>
<p>Dalam buku ini penulis menegaskan bahwa islam adalah keselamatan dan kedamaian, sehingga tak ada alasan apun yang membenarkan ketika islam dijadikan aat untuk menebar hoaks dan kebencian, justeru hal itu sangat bertolak belakang dengan ajaran islam itu sendiri. Penulis juga memberikan ilustrasi ahwa seluruh sumber-sumber ajaran agama islam tak ada satu pun yang memberikan pelajaran tentang fitnah dan kebencian.</p>
<p>Semua yang diajarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan hadits, pula teladan Rasulullah Saw hingga khazanah kitab para ulama terdahulu, berislam adalah sepenuhnya komitmen untuk menebaran keselamatan dan kedamaian, tanpa batas. (Hal. 45).</p>
<p>Fenomina lain yang saat ini mulai menggorogoti wajah islam kita adalah penafsiran sekelompok orang atas makan perjuangan atau jihad mengatasnamakan agama yang cenderung berlebihan, mereka tak jarang bergerak membawa nama Tuhan namun tak paham apa esensi dari pergerakan mereka, yang paling mengerikan adalah ketika pemaknaan jihad yang mereka lakukan mulai menggunakan isntrumin kekerasan dan jelas bal itu merugian banyak orang, mereka menafikan peran agama sebagai rahmat bagi seluruh alam ketika mengatakan meperjuangkan agama namun disaat yang bersamaan mengeyampingkan pesan agama yaitu perdamaian.</p>
<p>Mestinya, ikrar pekik “Allah Yang Maha Besar” dalam segala penggunaannya, tepat di detik yang sama, benar-benar menegasi wujud kita dengan serendah-rendahnya. Tanpa sisa, karena yang tersisa dalam keagungan, keperkasaan, kehebatan, dan kekuatan hanyalah Allah Swt. (Hal. 69).</p>
<p>Buku terbita Diva Press ini sangat menarik untuk dijadikan bahan renungan bagi kita kaum beragama, agar ke depan kita lebih paham bagaiaman cara berislam yang baik dan benar. Sehingga tak ada lagi konsep beragama secara simbolik, namun berubah secara esensial. Islam adalah agama pembawa rahmat, maka kaum Beragama sudah seharusnya menebar rahmat sebagai pesan utama dari agama itu sendiri. Selamat membaca. (*)</p>
<hr />
<p><strong>AINUR KHALIS:</strong><em> Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan, saat ini sebagai mahasiswa aktif di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.</em></p>
<hr />
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/08/08/ajaran-anti-hoaks-dan-ujaran-kebencian/">Ajaran Anti Hoaks dan Ujaran Kebencian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lebur.id/2020/08/08/ajaran-anti-hoaks-dan-ujaran-kebencian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi  Pengembangan Mutu Guru PAUD</title>
		<link>https://lebur.id/2020/07/27/strategi-pengembangan-mutu-guru-paud/</link>
					<comments>https://lebur.id/2020/07/27/strategi-pengembangan-mutu-guru-paud/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lebur.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 05:43:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lebur.id/?p=691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul                : Seabrek Kesalahan Guru PAUD Penulis             : Andini Widyastuti Penerbit          : Diva Press Cetakan           : 1. Juni 2016 Tebal               : 192 Halaman ISBN                 : 978-602391-176-9 Peresensi         : Nur Anisah*   Ada anggapan bahwa menjadi guru di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa dibanding mengajar di jenjang pendidikan lainnya, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/07/27/strategi-pengembangan-mutu-guru-paud/">Strategi  Pengembangan Mutu Guru PAUD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Judul                : Seabrek Kesalahan Guru PAUD</em></p>
<p><em>Penulis             : Andini Widyastuti</em></p>
<p><em>Penerbit          : Diva Press</em></p>
<p><em>Cetakan           : 1. Juni 2016</em></p>
<p><em>Tebal               : 192 Halaman</em></p>
<p><em>ISBN                 : 978-602391-176-9</em></p>
<p><em>Peresensi         : Nur Anisah*</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ada anggapan bahwa menjadi guru di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa dibanding mengajar di jenjang pendidikan lainnya, tentu dengan beberapa alasan yang mendasari asumsi tersebut, seperti keberadaan peserta didik yang notabeni masih belia dan sulit untuk diarahkan secara fotmal.</p>
<p>Dalam kondisi demikian, maka guru PAUD diharuskan memiliki keahlian tersendiri dalam melaksanakan proses belajar mengajarnya,  karena jika tidak, maka guru PAUD akan terjebak pada terjadinya kesalahan proses pembelajaran, konsekuensinya, pendidikan usia dini yang diharapkan bisa menjadi pendidikan paling dasar justru menjadi boomerang bagi tumbuh kembang anak didik.</p>
<p>Lantas, apa saja bentuk kesalahan-kesalahan dasar seorang guru PAUD dalam menjalankan tugas KBMnya?. Buku berjudul seabrek Kesalahan Guru PAUD yang sering diremehkan ini memuat beragam kesalahan guru PAUD yang kerap dipratikkan di lembaga tersebut. Dalam buku ini diulas rentetan tindakan guru saat mengajar PAUD yang tidak disadari justru menjadi kesalahan proses. Barangkali terkesan sepele, namun jika dibiarkan bisa berdampak negatif terhadap tumbuh kembang mental sang anak.</p>
<p>Seperti kurang pekanya guru PAUD terhadap gaya belajar masing-masing peerta didik, sehingga guru tidak bisa menyesuaikan dengan tahapan proses tumbuh kembang anak itu. Yang terjadi justru sebaliknya, guru mengajar sesuai dengan kemahuannya. Tidak pernah berfikir bahwa yang mereka hadapi adalah anak kecil yang cara menangkap pelajaran masih sangat terbatas. Maka, guru yang tidak bisa menyesuaikan dengan ragam gaya belajar masing-masing peserta didik bisa berdampak negatif terhadap peserta didiknya terebut.</p>
<p>Pada dasarnya, cara pembelajaran anak yang beragam termasuk keindahan dan hal tersebut bersifat lumrah. Oleh sebab itu, dalam menyiasati dan menanggulangi kesulitan menghadapi beragam karakter belajar anak. Anda sebagai guru mampu menyelami kondisi mental masing-maing anak yang dibalut dalam satu wadah yakni seni belajar. Jika seorang guru mengabikan urgensi mengenal dan memahami berbagai pola belajar anak maka dapat dikatakan ia telah melakukan kesalahan yang bermuara pada kegagalan sistemik dalam mengajar (Hal. 76).</p>
<p>Kesalahan lainnya yang kerap terjadi di dunia pendidikan AUD adalah minimnya penguasaan gaya bermain yang diterapkan kepada anak didiknya, bahkan cenderung kaku. Tidak sedikit juga guru PAUD yang setiap proses KBM hanya mengandalkan metode tertentu yang jauh dari kategori pendidikan bermain yang menyenangkan. Ini sangat berbahaya, karena dunia PAUD adalah dunia bermain. Sehingga, sentuhan pendidikannya melalui pendikan dan permainan.</p>
<p>Secara umum, dunia PAUD dicederai oleh sebagian besar guru yang masih menerapkan metode sangat terstruktur dan formal. Padahal, hal tersebut hanya meghasilkan kecenderungan kurang baik. Ruang atau celah bagi penerapan metode bermain sambil belajar akan semakin sempit. Maka, guru perlu menyadari betapa bermanfaat memberi ruang bagi anak untuk bermain (Hal. 90).</p>
<p>Yang tidak kalah pentingnya juga adalah sikap dan sifat humor yag selalu harus dimiliki oleh para guru PAUD, karena dengan sifat itu anak-anak akan merasa nyaman belajar dan  mempunyai semangat untuk terus menyelami proses pembelajaran itu sendiri. Dengan pola humor yang dterapkan dalam setiap kegiatan KBM, peserta didik bisa menemukan dunianya yang sebenarnya, yaitu dunia bermain, sehingga transformasi ilmu bisa masuk dengan tanpa dipaksa.</p>
<p>Buku ini menjadi solusi bagi revitalisasi pembelajaran PAUD, seabrek kesalahan guru PAUD saat mengajar yang diulas dalam buku terbitan Diva Press ini bisa menjadi bahan evalusai terhadap segenap guru untuk bisa memperbaiki model dan mutu mengajarnya. Tak hanya itu, buku setebal 191 halaman ini juga bisa mejadi spirit bagi penguatan nilai pengabdian guru PAUD yang sehari-hari berhadapan dengan anak-anak kecil dengan ragam karakter dimilikinya. (*)</p>
<hr />
<p><strong>NUR ANISAH:</strong> Alumni <em>Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, saat ini aktif sebagai tenaga pendidik di SMA Annur Akkor dan PAUD Al-Ihsan Beltok Larangan Badung. Penulis juga aktif sebagai penyuluh Bin Keluarga Balita (BKB) Kecamatan Palengaan)</em></p>
<hr />
<p><em> </em></p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/07/27/strategi-pengembangan-mutu-guru-paud/">Strategi  Pengembangan Mutu Guru PAUD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lebur.id/2020/07/27/strategi-pengembangan-mutu-guru-paud/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memperolah Ketenangan dengan Shalat</title>
		<link>https://lebur.id/2020/07/21/memperolah-ketenangan-dengan-shalat/</link>
					<comments>https://lebur.id/2020/07/21/memperolah-ketenangan-dengan-shalat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lebur.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2020 02:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lebur.id/?p=676</guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul               : 1+ 1= 27 : Back to Masjid Penulis             : Abu Humaira Penerbit           : Genta Hidayah Cetakan           : Pertama, April 2017 Tebal               : viii +168 halaman ISBN               : 978-602-6359-28-5 Peresensi         : Ratnani Latifah. Shalat adalah tiang agama Islam sekaligus ibadah utama yang pertama kali akan dihisab oleh Allah atas hamba-hambaNya. Sebab ibadah shalat inilah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/07/21/memperolah-ketenangan-dengan-shalat/">Memperolah Ketenangan dengan Shalat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Judul               : 1+ 1= 27 : Back to Masjid</strong></em></p>
<p><em><strong>Penulis             : Abu Humaira</strong></em></p>
<p><em><strong>Penerbit           : Genta Hidayah</strong></em></p>
<p><em><strong>Cetakan           : Pertama, April 2017</strong></em></p>
<p><em><strong>Tebal               : viii +168 halaman</strong></em></p>
<p><em><strong>ISBN               : 978-602-6359-28-5</strong></em></p>
<p><em><strong>Peresensi         : Ratnani Latifah.</strong></em></p>
<p>Shalat adalah tiang agama Islam sekaligus ibadah utama yang pertama kali akan dihisab oleh Allah atas hamba-hambaNya. Sebab ibadah shalat inilah yang menjadi pembeda utama antara kaum muslim dan non-muslim. Jadi betapa pentingnya ibadah shalat sehingga, kita tidak boleh menyepelekan apalagi melalaikannya.  Dan buku ini hadir memberi sumbangsih sebagai salah satu ikhtiar sebagai pengingat bagi kita semua untuk lebih rajin shalat. Karena dengan menjalankan ibadah shalat, kita akan memperoleh ketenangan juga pahala yang berlipat ganda.</p>
<p>Dipaparkan dengan gaya bahasa yang renyah,  buku ini akan mengajak kita  mengenal lebih dekat tentang masalah shalat. Perlu kita sadari dalam shalat ini terdapat kekuatan Allah, yang dapat mengalahkan semua kekuatan makhluk-Nya. Maka shalat yang kita lakukan sebenarnya dapat menarik rahmat dan pertolongan Allah. (hal 14).   Sebagaimana yang termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 45 telah dijelaskan, <em>“Carilah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat. </em></p>
<p>Dan di atara keutamaan shalat adalah shalat merupakan perintah Allah yang paling dicintai. Seorang ulama,Mulla Ali Qari menyatakan bahwa shalat merupakan kewajiban Islam yang paling penting setelah iman (hal 31).  Shalat juga dapat menggugurkan dosa. Karena ketika kita menjalankan shalat, sudah semestinya kita akan melakukan wudhu. Dan wudhu yang sempurna, disinyaalir bisa menggugurkan dosa. Ditambah lagi saat kita mulai menjalankan shalat dan berdoa, Allah kembali memberi pengampunan kepada kita. Maka tidak bisa dipungkiri, bahwa dengan shalat hati kita pun menjadi tenang dan tenteram.</p>
<p>Kemudian dengan melakukan shalat, kita juga bisa terlindung dari siksa neraka. Dalam sebuah hadis pernah diterangkan bahwa barangsiapa yang melakukan shalat, Allah akan memuliakannya dengan lima perkara, di antaranya adalah menyelamatkan dari azab kubur.   Jadi masikah kita ragu untuk shalat? Padahal dengan menjalankan shalat hati kita tidak gersang dan akan selalu tenang.</p>
<p>Umar bin khatab pernah berkata, <em>“Yang paling aku pandang penting dari segala sesuatu adalah shalat. Jika seseorang itu menjaga shalatnya dengan penuh perhatian, maka ia akan menjaga agama ini dan amalan-amalan lainnya dengan penuh perhatian. Dan jika ia melalaikan shalat, maka ia pun akan melalaikan agama ini serta amalan-amalan agama lain.”</em>(hal 62).  Dan penting kita cacat, shalat yang baik lebih utama dilakukan dengan berjamaah. Di mana kita akan mendapat pahala berlipat ganda.</p>
<p>Selain membahas keutamaan hingga bahaya yang akan kita dapat ketika meninggalkan shalat, kita juga akan diingatkan tentang pentingnya shalat berjamaah dan pandangan Islam mengenai cara ibadah seorang muslimah. Sebuah buku yang patut dibaca untuk dijadikan renungan.(*)</p>
<hr />
<p><strong>RATNANI LATIFAH:</strong> <em>Cerpen dan resensinya pernah dimuat diberbagai media. Buku terbarunya, Terapi Hati; Agar Hati Sehat Tak Mudah Berkarat (Quanta, 2019), Ayo Belajar Mandiri (Elex Kidz, 2019), Be Quran Lovers (Genta Hidayah, 2019) dan Hijrah Asyik Muslim Mulenial (Quanta, 2019). Alumni Unisnu Jepara. Bisa dihubungi di akun FB Ratna Hana Matsura. Atau blog <a href="https://ratnanilatifah.blogspot.com">https://ratnanilatifah.blogspot.com</a>.</em></p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/07/21/memperolah-ketenangan-dengan-shalat/">Memperolah Ketenangan dengan Shalat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lebur.id/2020/07/21/memperolah-ketenangan-dengan-shalat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah</title>
		<link>https://lebur.id/2020/06/18/cara-mendekatkan-diri-kepada-allah/</link>
					<comments>https://lebur.id/2020/06/18/cara-mendekatkan-diri-kepada-allah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lebur.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 03:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lebur.id/?p=530</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Judul               : Allah, Please Forgive Me Penulis             : Mhd. Rois Al-Maududy Penerbit           : Genta Hidayah Cetakan           : Pertama, Mei 2017 Tebal               : viii +216 halaman ISBN               : 978-602-6359-41-4 Persensi           : Ratnani Latifah &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; “Allah kuasa memberikan kita hidayah dari arah mana saja, tetapi kita harus memastikan bahwa kita menangkap hidayah itu dan mengikutinya, bukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/06/18/cara-mendekatkan-diri-kepada-allah/">Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-531" src="https://lebur.id/wp-content/uploads/2020/06/re-300x192.png" alt="" width="834" height="534" srcset="https://lebur.id/wp-content/uploads/2020/06/re-300x192.png 300w, https://lebur.id/wp-content/uploads/2020/06/re-450x287.png 450w, https://lebur.id/wp-content/uploads/2020/06/re-780x498.png 780w" sizes="(max-width: 834px) 100vw, 834px" />&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Judul               : Allah, Please Forgive Me</em></p>
<p><em>Penulis             : Mhd. Rois Al-Maududy</em></p>
<p><em>Penerbit           : Genta Hidayah</em></p>
<p><em>Cetakan           : Pertama, Mei 2017</em></p>
<p><em>Tebal               : viii +216 halaman</em></p>
<p><em>ISBN               : 978-602-6359-41-4</em></p>
<p><em>Persensi           : Ratnani Latifah</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>“Allah kuasa memberikan kita hidayah dari arah mana saja, tetapi kita harus memastikan bahwa kita menangkap hidayah itu dan mengikutinya, bukan mengabaikannya. Dalam bertobat, hidayah bisa kita dapatkan dari terguran-teguran Allah, maka tanggapilah teguran itu dengan bertobat sesegera mungkin.”</em> (hal 167).</p>
<p>Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena manusia adalah tempatnya melakukan kesalahan,  dosa atau  lalai.  Sebagaimana kita ketahui iman itu berasal dari hati. Sedang hati selalu berubah-ubah—dalam artian kadang bisa naik kadang bisa turun. Oleh karena itu, sudah semestinya kita menjaga hati agar tetap teguh pada jalan Allah.  Buku ini dengan cerdas mencoba mengenalkan kita tentang cara mendekatkan diri kepada Allah, dengan gamblang dan menarik.</p>
<p>Bahwa  agar kita selalu dekat kepada Allah, maka kita harus mau bertaubat secara menyeluruh—dalam artian kita benar-benar menyesal akan dosa-dosa yang pernah kita lakukan di masa dahulu dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.<em> “Tobat adalah jalan untuk kembali pada fitrah kita sebagai manusia, sebagai hamba Allah.”</em> (hal  6). Karena dengan tobat, hal itu akan menghapus dosa yang kita lakukan sebesar apa pun. Jangan pernah kita mendekati perbuatan tercela—yang mengakibatkan lahirnya dosa. Karena hal itu pada dasarnya akan membuat kita jauh dari Allah.</p>
<p>Kita harus menjauhi sikap iri.  Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim di jelaskan, <em>“Melihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah kamu melihat kepada orang yang berada di atasmu. Maka  dengan demikian kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.”</em>  (hal 40).</p>
<p>Disadari atau tidak kita memang sering mengeluh dan merasa kurang. Kita tidak pernah merasa cukup atas rezeki yang Allah berikan pada kita. Di mana kita kerap merasa iri dengan orang lain karena merasa rezeki mereka lebih banyak. Sedangkan iri adalah sikap tercela yang tidak disukai Allah. Iri adalah bibit-bibit dosa yang akan membawa kita pada kemungkaran. Oleh karena itu kita harus membuang jauh sikap iri dan memohon ampunan kepada Allah, agar kita memperoleh rahmat dan ampunannya.</p>
<p>Sebagai seorang muslim kita juga harus gemar menuntut ilmu. Perlu kita ketahui, menuntut ilmu adalah kewajiba bagi setiap orang—baik muslimin atau muslimat. Dan hanya dengan berilmu saja kita bisa menjadi bagian orang-orang  yang beruntung. Sebab orang-orang yang beruntung itu, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok leboh baik daripada hari ini (hal 54).</p>
<p>Imam Ibnul Qayyim AlJauziyah menjelaskan bahwa orang yang tidak akan merugi adalah orang yang mau belajar, mencari kebenaran, mengamalkannya, mengajarkannya dan bersabar dalam upaya mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya. Ketika kita enggan menuntutu ilmu, maka kebodohan-lah yang akan menyelimuti kehidupan kita. Kita menjadi orang yang tidak tahu tentang halal-haram, sehingga akan membawa kita pada jalan kesesatan.</p>
<p>Tidak kalah penting yang perlu kita lakukan agar selalu dekat dengan Allah adalah menjaga lisan. Lisan itu semacam pedang yang jika tidak kita jaga dengan baik, bisa membunuh kita.  Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim diterangkan, <em>“Seorang Muslim adalah orang yang menyelamatkan orang lain dari gangguan tangan dan lisannya.”</em> (hal 68). Kita harus menahan kecenderungan untuk banyak bicara sebab semakin banyak kita bicara akan semakin banyaklah peluang kita melakukan kesalahan.</p>
<p>Kita juga harus menjauhi sikap sombong. Karena kesombongan tidak akan membawa manfaat apa-apa, baik di dunia atau di akhirat. Setitik kesombongan ternyata bisa membuat kita jauh dari surga. Kita pasti pernah mendengar kisah Firaun atau Qarun, di mana karena kesombongan yang mereka miliki, maka mereka mendapat laknat dari Allah.</p>
<p>Selain hal-hal yang sudah dipaparkan, tentu saja masih banyak berbagai hal yang perlu kita ketahui agar bisa mendekatkan diri dengan Allah. Seperti selalu mengingat kematian, selalu berpegang pada Al-Quran dan hadis dan banyak lagi. Dilengkapi dengan data-data akurat dan kisah-kisah inspiratif, buku ini bisa menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki diri, agar bisa memperkuat iman dan segera bertaubat jika melakukan kesalahan. (*)</p>
<hr />
<p><strong>RATNANI LATIFAH:</strong><em>  Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara. Cerpen dan resensinya pernah dimuat diberbagai media. Buku terbarunya, Terapi Hati; Agar Hati Sehat Tak Mudah Berkarat (Quanta, 2019), Ayo Belajar Mandiri (Elex Kidz, 2019), Be Quran Lovers (Genta Hidayah, 2019) dan Hijrah Asyik Muslim Mulenial (Quanta, 2019). Alumni Unisnu Jepara. Bisa dihubungi di akun FB Ratna Hana Matsura. Atau blog <a href="https://ratnanilatifah.blogspot.com">https://ratnanilatifah.blogspot.com</a></em></p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/06/18/cara-mendekatkan-diri-kepada-allah/">Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lebur.id/2020/06/18/cara-mendekatkan-diri-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merawat Visi Kewarganegaraan Gus Dur</title>
		<link>https://lebur.id/2020/05/19/merawat-visi-kewarganegaraan-gus-dur/</link>
					<comments>https://lebur.id/2020/05/19/merawat-visi-kewarganegaraan-gus-dur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[lebur.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2020 06:45:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lebur.id/?p=363</guid>

					<description><![CDATA[<p>BEBERAPA  waktu yang lalu perhatian kita tertuju pada gejolak sosial yang terjadi di Papua, entah apa sebenarnya akar problematika yang mendasari terjadinya “kerusuhan” di daerah tersebut, yang jelas kita sema prihatin dan berharap serentetan persoalan itu bisa tuntas dengan baik. Ketika melihat gejolak sosial yang terjadi di Papua, tiba-tiba kita ingat sosok KH. Abdurrahan Wahid [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/05/19/merawat-visi-kewarganegaraan-gus-dur/">Merawat Visi Kewarganegaraan Gus Dur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BEBERAPA  waktu yang lalu perhatian kita tertuju pada gejolak sosial yang terjadi di Papua, entah apa sebenarnya akar problematika yang mendasari terjadinya “kerusuhan” di daerah tersebut, yang jelas kita sema prihatin dan berharap serentetan persoalan itu bisa tuntas dengan baik.</p>
<p>Ketika melihat gejolak sosial yang terjadi di Papua, tiba-tiba kita ingat sosok KH. Abdurrahan Wahid (Gus Dur), tokoh bangsa yang pernah menjadi penggerak dan konsolidator perdamaian di Papua termasuk di Aceh beberapa waktu yang lalu, saat kedua daerah ini berkecamuk akibat konflik sosial yang menggurita bahkan mengarah pada terjadinya dis-integrasi bangsa.</p>
<p>Waktu itu, Gus Dur hadir sebagai pembawa damai untuk segenap bangsa, proses rekonsiliasi dilakukan dengan cara-cara yang sangat santun dan tak melahirkan percikan api dendam. Gerakan tersebut merupakan cerminan dari visi kewarganegaraan yang melekat kuat pada semangat perjuangan Gus Dur, seperti yang diula dalam buku ini.</p>
<p>Dalam melakukan proses rekonsiliasi, Gus Dur selalu menghadirkan dan mengutamakan ruang dialog secara langsung dengan para tokoh dan pihak-pihak yang terlibat, itu pula yang dilakukan Gus Dur saat merajut damai di Aceh, Gus Dur tak segan-segan turun langsung untuk berdialog dengan pegiat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) meskipun saat itu posisinya sebagai kepala Negara. Lagkah itu ditempuh agar Gus Dur tahu akar persoalan sehingga mudah untuk mencari jalan keluar.</p>
<p>Presiden Gus Dur menempatkan GAM sebagai mitra dialog sejajar untuk mencari solusi damai, meskipun aspirasinya bersebrangan 180 derajat. Dengan kata lain, sebagai Presiden, Gus Dur memasukkan mereka ke keluarga dan sistem kewarganegaraan dalam proses dialog tersebut. (hlm. 217).</p>
<p>Pada bagian ini, penulis hendak menunjukkan fakta bahwa Gus Dur memiiki cara-cara yang apik dalam menggali akar permasalahan yang berjadi sumber konflik, begitupun strategi penyelesaiannnya. Resolusi konflik yang dimainkan oleh Gus Dur nenurut penulis buku ini lebih pada penanaman <em>mindsite</em> bahwa Negara tetap hadir kepada seluruh warga Negara, nahkan kepada mereka yang sudah “tak mau” kepada Negara.</p>
<p>Demikian pula yang dilakukan Gus Dur saat  proses rekonsiliasi di Papua, pendekatan dialogis dengan menghadirkan Negara dalam jiwa warga kala itu menjadi pintu masuk yang sangat efektif dalam proses penyelesaian konflik yang hampir berujung disintegrasi tersebut. Gus Dur hadir sebagai teman, sebagai kawan, sebagai saudara, sebagai kekuarga  yang mengajak mereka untuk sama-sama menjaga keutuhan rumah tangga bernama Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, lamgkah foral yang dilakukan Gus Dur sebagai kepala Negara dalam rangka percepatan penyelesaian konflik sosial tersebut adalah dengan memasukkan program rekonsilasi sebagai program prioritasnya, hal itu diintegrasikan dengan semua program kerja departemen dan lembaga Negara yang ada dibawah kendalinya waktu itu. Dengan demikian, ada sinergi antara program formal dan pendekatan personal seorang Gus Dur yang ujungnya berbuah manis, Papua dan Aceh bisa kembali damai, bersatu dalam dekapan ibu pertiwi.</p>
<p>Presiden Gus Dur menenpatkan pemecahan masalah ancaman disintegrasi menjadi salah satu prioritas utama, bukan saja karena agendanya untuk perdamaian, melainkan untuk mepertahankan Negara Kesatuan RI dan dasar Negara Pancasila serta menyelsaiaakan konflik secara dialogis dan damai. Dalam situasi yang tidak mudah tersebut, Gus Dur mengabil jalan yang lebih baik dan dialogis. (hlm. 191).</p>
<p>Salah satu faktor penentu keberhasilan Gus Dur dalam melakukan rekonsiliasi konflik sosial yang terjadi di Papua dan Aceh masa itu adalah konsistensi Gus Dur terhadap visi kewarganegaraan sebagai spirit dialogis antara pihaknya dengan warga konflik. Visi kewaarganegaraan inilah yang rupanya mampu menyentuh hati para warga sehingga proses resolusi konflik bisa diciptakan tanpa harus melahirkan dendam yang berkepanjangan. Inilah strategi perdamaian ala Gus Dur untuk daerah konflik seperti Aceh dan Papua, dialogis berbasis visi kewarganegaraan.</p>
<p>Sebagai pemegang skenario pengelolaan konflik, Gus Dur konsisten dalam menegakkan nilai-nilai kewarganegaraan. Presiden Gus Dur, selain menempatkan GAM sebagai warga Negara yang sejajar dengan warga Negara lain dalam negosiasi, juga mendorong transformasi elemen-elemen gerakan, termasuk GAM yang semula gerakan bersenjata menjadi gerakan sipil dan bahkan sejengkal lagi bertrasformasi menjadi partai politik. Lebih dari itu, visi kewarganegaraannya di satu sisi meminimalkan urgensi Negara untuk melakukan represi karena mereka berhadapan antara warga Negara dengan warga Negara di Negara yang sama dan sama-sama merupakan gerkaan masyarakat sipil. (hlm. 266).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*Pegiat Literasi, mukim di) Pamekasan Madura</em></p>
<p>Artikel <a href="https://lebur.id/2020/05/19/merawat-visi-kewarganegaraan-gus-dur/">Merawat Visi Kewarganegaraan Gus Dur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lebur.id">Lebur.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lebur.id/2020/05/19/merawat-visi-kewarganegaraan-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
