Disdikbud Pamekasan Larang Sekolah Gelar Wisuda dan Study Tour, Kecuali Ini

Disdikbud Pamekasan Larang Sekolah Gelar Wisuda dan Study Tour, Kecuali Ini
TEGAS; Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto.

PAMEKASAN, Lebur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menghimbau satuan pendidikan di bawah naungannya untuk tidak menggelar kegiatan seremonial wisuda kelas akhir.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto mengatakan, larangan tersebut sudah pihaknya lakukan dari tahun 2025 lalu melalui surat edaran kepada sekolah-sekolah di bawah naungannya. Sebab pihaknya khawatir kegiatan wisuda secara seremonial dapat menjadi beban bagi wali siswa, utamanya dari segi finansial.

Namun demikian, terdapat sejumlah sekolah yang mengemas acara lepas pisah siswa kelas akhir dengan kegiatan yang lebih edukatif, seperti pentas seni dan lain sebagainya. Tapi dengan catatan kegiatan itu tidak membebani wali siswa.

“Namun demikian, banyak komite sekolah yang melaksanakan tidak dalam bentuk wisuda, tapi bentuknya pentas seni dan lain sebagainya,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Dikatakan, hal yang pihaknya jadikan pertimbangan utama dibolehkannya kegiatan dalam bentuk pentas seni yakni untuk mengukur sejauh mana siswa dapat memahami dan mempraktekkan ilmu seni, budaya, maupun ilmu ekstrakurikuler lainnya di sekolah.

“Kalau pentas seni kenapa kita tidak keberatan karena sejak awal mereka sudah diajari seni, budaya. Kalau hanya mata pelajaran, mereka tidak diberikan panggung, ya tidak bisa mengukur kinerja sejauh mana anak anak itu menyerap seni, budaya, dan ilmu ilmu lainnya,” terangnya.

Selain kegiatan wisuda, pihaknya juga menghimbau sekolah untuk tidak menggelar kegiatan studi tour dengan pertimbangan yang sama, yakni beban finansial bagi orang tua siswa.

Menurutnya, pihak sekolah harus berinovasi mengubah kegiatan lepas pisah atau akhir tahun pelajaran dengan kegiatan yang dapat menunjang kreativitas siswa demi mengembangkan potensi mereka.

“Studi wisata sama, prinsipnya kami larang. Khusus negeri (sekolah, red) sudah tidak melaksanakan (wisuda, studi wisata,red),” pungkasnya. (lum)