MU vs Persib 1-0, Achsanul Qosasi Tegaskan Tetap Respek

MU vs Persib 1-0, Achsanul Qosasi Tegaskan Tetap Respek

PAMEKASAN, Lébur.id – Madura United sukses menundukkan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan Pamekasan, Kamis (22/10/2026) malam.

Gol semata wayang tim tuan rumah dilesakkan oleh Dimitar Mitkov pada menit 89′. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Laskar Sapeh Kerrab ke peringkat 4 klasemen sementara Liga 1 dengan 13 poin, hanya terpaut 2 poin dari Persija Jakarta yang bercokol di pucuk klasemen.

Kendati begitu, kemenangan tersebut juga memiliki arti tersendiri bagi Madura United. Sebab, laga yang dihelat bertepatan dengan momen Hari Santri Nasional itu, ribuan suporter Madura United datang mendukung tim kebanggaannya dengan mengenakan outfit sarung dan kopiah khas santri.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menegaskan, identitas Madura dan santri adalah dua hal yang saling berkelindan dan tidak dapat dipisahkan.

“Bagi Madura, Hari Santri adalah hari yang sangat spesial karena ada ratusan ribu santri di sini. Itulah mengapa saya selalu mengatakan bahwa Madura adalah santri, dan sarungan adalah identitas santri Madura,” ujar Achsanul Qosasi usai laga.

Menurutnya, filosofi keislaman dan kebudayaan itu sukses pihaknya wujudkan secara nyata di lapangan hijau, saat menyambut kedatangan skuad Maung Bandung di SGMRP.

“Menyambut tamu dengan tangan terbuka dan penghormatan penuh adalah amanah tradisi yang terus dijaga, sebab bagi warga Madura, kehadiran tamu senantiasa dimaknai sebagai pembawa keberkahan,” terangnya.

Terlebih, tim tamu datang ke Madura dengan deretan prestasi mentereng, termasuk torehan hattrick juara liga 1 secara berturut-turut. Sehingga ia menilai bahwa reputasi besar itu justru memberikan nilai lebih bagi atmosfer laga, sekaligus menjadi alasan mengapa penghormatan khusus layak diberikan.

“Semua tamu kami sambut dengan baik karena bagi orang Madura, tamu adalah rezeki,” kata pria yang akrab disapa Prof AQ itu.

Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal ini justru memberi warna positif bagi industri sepak bola nasional.

“Ide-ide budaya lokal seperti ini sangat efektif jika dilekatkan dengan sepak bola. Keduanya bisa berjalan seiring antara kreativitas dan sportivitas. Namun, soal memuliakan tamu, bagi orang Madura itu adalah hal yang biasa dan wajib dilakukan,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain memakai outfit khas santri, suporter tuan rumah juga menampilkan tarian daerah dengan alunan musik daul khas Madura. (kin)