Pemkab Pamekasan Deklarasi Perlindungan Anak dari Ancaman Ruang Digital

Pemkab Pamekasan Deklarasi Perlindungan Anak dari Ancaman Ruang Digital

PAMEKASAN, Lébur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar deklarasi perlindungan anak di ruang digital, Kamis (22/10/2026).

Deklarasi tersebut digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta sejumlah instansi terkait lainnya, melalui zoom meeting di ruang TIK Diskominfo Pamekasan.

“Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyambut baik dan berkomitmen penuh dalam mendukung implementasi PP Tunas (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025). Regulasi ini hadir sebagai payung hukum sekaligus kompas bagi kita untuk membangun ekosistem internet ruang anak,” kata Kabid Persandian Diskominfo, Abd. Hamid saat membacakan sambutan tertulis Kepala Diskominfo, Muttaqin.

Regulasi yang dibuat pemerintah untuk melindungi anak sebagai generasi masa depan Indonesia tidak akan terlaksana dengan baik tanpa ada kerja sama dari berbagai instansi. Sebab, perlindungan anak di ruang digital itu tidak sebatas menjadi tanggung jawab satu instansi saja.

“Ini adalah tanggung jawab kolektif lintas sektoral. Diskominfo akan berbuat literasi digital dan pengawasan infrastruktur internet, dinas pendidikan memperkuat banteng moral dan perspektif regulasi pendidikan agama. DP3AKB mendampingi dari sisi sekolah dan penguatan ketahanan keluarga, serta yang paling utama peran serta orang tua dan pendidik,” tandasnya.

Dikatakan, deklarasi perlindungan anak di ruang digital itu merupakan momentum meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital. Pendidik menjaga murid selama berada di sekolah, dan orang tua mengawasi gadget anak selama berada di rumah.

“Pastikan bahwa setiap anak di Pamekasan dapat memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, kreatif, dan yang terpenting adalah aman dari segala eksploitasi di dunia digital,” pungkasnya. (kin)