Kado Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, Ekonomi Tumbuh 0,39 Persen Diatas Capaian Nasional

Kado Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim, Ekonomi Tumbuh 0,39 Persen Diatas Capaian Nasional

PAMEKASAN, Lébur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, menggelar upacara hari jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman kantor bupati setempat, Senin (12/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, yang bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati, Sukriyanto, sebagai cadangan inspektur upacara, sedangkan peserta upacara yakni perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab setempat.

“81 tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, kerja keras dan pengabdian lintas generasi. Di sepanjang perjalanan itu para pendahulu telah meletakkan fondasi pemerintahan, merawat persatuan, serta membuka jalan bagi kemajuan yang kita nikmati pada hari ini,” kata Bupati Pamekasan, Kholilurrahman saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Ia melanjutkan, hari ulang tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pejuang, para pemimpin terdahulu dan seluruh masyarakat yang telah mencurahkan tenaga, pikiran serta pengorbanannya untuk Jawa Timur. Tidak sebatas mengenang perjuangan mereka, melainkan harus mampu meneruskan pengabdian melalui kerja yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Warisan perjuangan itu harus terus hidup, dan dalam kesungguhan kita mendidik anak-anak, mensejahterakan keluarga, memperluas kesempatan kerja dan menghadirkan pembangunan yang berkualitas, pemerintahan yang profesional serta pelayanan yang semakin prima,” tandasnya.

Menurutnya, tema “Jatim Unggul Maju Berkelanjutan” menggambarkan tekad meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor. Keunggulan yang dimiliki Jawa Timur menjadi modal untuk melangkah lebih maju dengan tetap menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Unggul berarti kita terus meningkatkan kemampuan dan kualitas. Anak-anak kita memperoleh pendidikan yang berkualitas sehingga memiliki keunggulan kompetitif di percaturan global. Para pekerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman, produk-produk Jawa Timur semakin berdaya saing,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pemerintahan harus semakin mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan dapat dipercaya. Maju berarti semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya. Kemajuan itu harus terus terasa di ruang kelas, puskesmas, pasar, sawah, kawasan industri, hingga desa, pesisir, dan kepulauan.

“Berkelanjutan berarti kita membangun dengan tanggung jawab terhadap masa depan. Kita menjaga sumber air, kesuburan tanah, kebersihan udara, serta kekayaan alam dan budaya agar tetap menjadi penupang kehidupan anak cucu kita,” jelasnya.

Pihaknya ingin memastikan setiap keluarga di Jawa Timur semakin sejahtera, pintu kesempatan kerja terbuka luas, pelayanan dasar hadir lebih dekat dan inklusif, serta terciptanya tatanan kehidupan bermasyarakat yang aman, rukun, dan bermartabat.

“Keberhasilan kita menjalankan Nawabakti Satya sekaligus memperkuat peran Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. Peran ini bertumpu pada kemampuan Jawa Timur menghubungkan produksi dengan pasar, mempertemukan investasi dengan potensi daerah, serta memperkuat hubungan ekonomi antar wilayah Indonesia,” ungkapnya.

Dalam satu tahun, lanjut dia, sejak peringatan hari jadi ke-80 perkembangan peran tersebut dapat kita lihat melalui pertumbuhan ekonomi, investasi, perdagangan, konektifitas, dan penguatan kualitas seberdaya manusia.

Pada semester satu tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen atau tumbuh di atas capaian nasional sebesar 5,45 persen dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 14,34 persen dan 25,40 persem terhadap perekonomian sepulau Jawa. Realisasi investasi sampai dengan semester satu tahun 2026 mencapai 72,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,135,651 orang.

Perkembangan industri dan hilirisasi dalam satu tahun terakhir mencakup pengembangan 13 kawasan industri, 2 kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri halal.

“Kita mendorong agar investasi semakin memperkuat hubungan dengan pemasuk lokal membuka pekerjaan yang berkualitas dan meningkatkan nilai tambah produk Jawa Timur,” pungkasnya. (kin)