Relokasi Pabrik China ke Madura, Harisandi Minta Investor Maksimalkan Tenaga Kerja Lokal

Relokasi Pabrik China ke Madura, Harisandi Minta Investor Maksimalkan Tenaga Kerja Lokal
VISIONER; Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari.

SURABAYA, Lébur.id – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari menyambut positif terkait rencana relokasi sejumlah pabrik asal China ke kawasan industri Madura di Kabupaten Bangkalan.

Menurut legislator muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, rencana tersebut diyakini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi di Pulau Garam. Meski demikian, peluang itu bagi masyarakat Madura bak dua sisi mata pisau.

Di satu sisi, ekonomi Madura lewat sektor industri berpeluang tumbuh pesat. Namun di sisi lain, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Madura untuk dapat memaksimalkan potensi terbukanya lapangan kerja.

Dikatakan, Madura memiliki potensi ekonomi yang besar, namun sejauh ini masih terkendala keterbatasan lapangan pekerjaan dan investasi berskala besar. Kehadiran kawasan industri dinilai mampu membuka peluang kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran

Oleh karena itu, Raden Harisandi, sapaannya meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur maupun pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan agar mewajibkan setiap perusahaan yang berinvestasi di Madura nantinya untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini adalah kabar baik bagi Madura. Namun yang paling penting, jangan sampai masyarakat Madura hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” ujar politisi asal Kabupaten Pamekasan, Madura itu, Kamis (6/8/2026).

Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk melakukan empat langkah strategis agar rencana tersebut tidak hanya menguntungkan pihak pengusaha negeri tirai bambu.

Langkah pertama yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) vokasi, salah satunya dengan menggandeng sekolah menengah kejuruan (SMK), perguruan tinggi, maupun balai latihan kerja (BLK) untuk melatih SDM sesuai standar industri.

“Kedua yaitu pelibatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) lokal, diantaranya dengan menjadikan UMKM Madura sebagai bagian dari rantai pasokan industri,” terangnya.

Kemudian, langkah berikutnya yaitu membangun infrastruktur pendukung seperti optimalisasi akses jalan, pelabuhan, listrik, air bersih, serta logistik. Sedangkan langkah terakhir yang tidak kalah penting yakni memastikan operasional pabrik industri tetap mematuhi aturan kelestarian lingkungan sekitar.

“Saya berharap relokasi industri ini bukan sekadar simbol. Melainkan titik awal transformasi ekonomi yang mampu mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat daya saing Madura sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur,” pungkasnya. (lum)