Usai Dikukuhkan, SMSI Pamekasan Siap Kolaborasi dengan Konten Kreator

Pengurus SMSI Pamekasan, saat berfoto bersama usai pengukuhan di Pendopo Agung Keraton, Sumenep, Rabu (28/5/2025) malam.

PAMEKASAN, Lebur.id – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, periode 2025-2028 resmi dikukuhkan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (28/5/2025) malam.

Selain Pamekasan, pada kesempatan itu, Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip juga mengukuhkan pengurus SMSI dari tiga kabupaten lain di Madura. Yakni SMSI Sumenep, SMSI Sampang, dan SMSI Bangkalan.

Usai dikukuhkan, Ketua SMSI Pamekasan, Mulyadi Izhaq mengatakan, sebagai organisasi konstituen dewan pers yang anggotanya terdiri dari pimpinan perusahaan media online. Kehadiran SMSI di daerahnya begitu penting demi terwujudnya dunia pers yang lebih kredibel dan profesional.

“Kehadiran SMSI di kabupaten Pamekasan tentunya menjadikan perusahaan pers anggotanya menjadi lebih profesional dan berdedikasi dalam menyajikan informasi,” katanya, Kamis (29/5/2025).

Ia melanjutkan, ditengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, media harus mampu membangun konten yang edukatif dan menyampaikan informasi yang betul-betul valid di tengah masyarakat.

Selain itu, ia juga menyingung soal peran media sosial (medsos) dalam menyajikan informasi melalui konten. Menurutnya, konten medsos yang tidak lahir dari perusahaan pers membuat masyarakat harus mengkaji lagi isi dari konten tersebut. Sebab, konten medsos tidak terikat oleh kode etik jurnalistik dan undang-undang pers.

“Beda dengan media massa wajib tunduk pada kode etik jurnalistik dan UU Pers, sementara media sosial tidak memiliki batas yang sama. Ini membuat arus informasi di media sosial kerap diwarnai oleh konten negatif,” tegas Mulyadi.

Oleh karena itu, ke depan pihaknya berkomitmen melakukan kolaborasi dengan konten kreator medsos agar informasi yang mereka salurkan bisa terjamin validitasnya.

“Para pelaku medsos juga perlu dilakukan kerjasama agar kehadiran sosmed tidak serta merta memposting informasi yang belum pasti serta mereka tidak asal ngambil atau copot karena jurnalistik dari produk SMSI,” pungkasnya. (lum)