Belajar Bisnis Langsung ke Industri, Mahasiswa STIE Bakti Bangsa Kunjungi Dua Perusahaan di Pamekasan

PAMEKASAN, Lebur.id –STIE Bakti Bangsa terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri melalui kegiatan Kuliah Kunjungan Industri yang dilaksanakan oleh Program Studi Ekonomi Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak sekaligus upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran langsung di luar kampus. Sekitar 40 mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu, (20/12/2025), sebagai bagian dari mata kuliah Manajemen Bisnis.

Kunjungan industri ini menjadi langkah konkret STIE Bakti Bangsa dalam mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 terkait pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, IKU 3 tentang dosen berkegiatan di luar kampus, serta IKU 7 yang menekankan pentingnya kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa diajak memahami realitas bisnis secara langsung, tidak hanya dari sisi teori.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Perusahaan Rokok (PR) Putra Panglima di Desa Toket, Kecamatan Proppo. Di tempat ini, mahasiswa diterima langsung oleh Direktur PR Putra Panglima, Uuk Solehuddin, yang memaparkan proses bisnis industri rokok lokal, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan sumber daya manusia, proses produksi, hingga pengendalian kualitas. Mahasiswa juga diajak memahami tantangan industri dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan.

Menurut Uuk Solehuddin, kunjungan mahasiswa merupakan bentuk kolaborasi positif antara dunia industri dan perguruan tinggi. Ia menilai, mahasiswa perlu melihat langsung bagaimana manajemen bisnis dijalankan secara profesional agar memiliki gambaran nyata sebelum terjun ke dunia kerja. “Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa STIE Bakti Bangsa sebagai bagian dari kontribusi industri dalam mendukung pendidikan,” ujarnya.

Kunjungan Industri: Mahasiswa STIE Bakti Bangsa mengunjungi industri rokok di Jalan raya Toket, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Setelah itu, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan ke CV. Silver 21, perusahaan yang bergerak di bidang produksi custom jersey, T-shirt, jaket, serta decal dan sticker, yang juga merupakan anggota HIPMI Pamekasan. Di perusahaan ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai alur produksi, pengelolaan desain, strategi pemasaran, hingga manajemen pesanan berbasis kebutuhan konsumen, sebagai contoh pengembangan usaha kreatif lokal.

Founder CV. Silver 21, Fauzan, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan akademik merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Ia berharap kunjungan industri semacam ini dapat memotivasi mahasiswa untuk berani berwirausaha dan mengembangkan potensi bisnis kreatif. “Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga bisa melihat langsung proses produksi dan pengelolaan usaha,” kata Fauzan.

Menyimak: Mahasiswa menyimak penjelasan Founder perusahaan yang bergerak di bidang produksi custom jersey, T-shirt, jaket, serta decal dan sticker di jalan stadion

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Bisnis, Akh. Fawaid menjelaskan bahwa kuliah kunjungan industri dirancang untuk menjembatani teori perkuliahan dengan praktik bisnis di lapangan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman industri yang relevan, sementara institusi memperoleh peluang kerja sama berkelanjutan demi mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah.

Kunjungan ke CV. Silver 21 memberikan pembelajaran penting tentang tekad dan mental wirausaha. Mahasiswa melihat secara langsung bagaimana usaha kreatif dibangun melalui ketekunan, keberanian memulai dari skala kecil, serta kemampuan bertahan dan beradaptasi menghadapi tantangan pasar. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia kewirausahaan.

Salah satu peserta kunjungan, Febriyanti, mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam STIE Bakti Bangsa, mengungkapkan bahwa kegiatan kuliah kunjungan industri ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna. Menurutnya, belajar langsung dari pelaku usaha membuat mahasiswa lebih memahami realitas dunia bisnis dibandingkan hanya mempelajari teori di ruang kelas.“Dari PR Putra Panglima kami belajar bahwa bisnis bisa dimulai dari desa tetapi memiliki peluang untuk menembus pasar nasional bahkan internasional. Sementara dari CV. Silver 21 kami belajar bahwa tekad dan mental wirausaha sangat penting agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” ujar Febriyanti.

Melalui kegiatan kuliah kunjungan industri ini, mahasiswa tidak hanya memperkaya pemahaman akademik, tetapi juga memperoleh motivasi untuk berani bermimpi besar, membangun pola pikir kewirausahaan, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di masa depan.(zi)