Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Sosok Haji Muzakki Owner PR Cahaya Pro Pamekasan

Perwakilan PR Cahaya Pro saat menerima penghargaan dari Bea Cukai Madura, kemarin.

PAMEKASAN, Lebur.id – Banyak masyarakat yang masih bertanya-tanya tentang sosok Haji Muzakki, Owner PR Cahaya Pro Pamekasan, Madura, sebab sejauh ini memang jarang tampil di media massa maupun media sosial (medsos).

Rupanya, Haji Muzakki punya peran ganda di Madura, selain sebagai aktor ekonomi, beliau juga aktif berperan sebagai agen sosial. Menurutnya, bisnis rokok lokal tidak hanya diukur dari neraca keuangan, tetapi juga dari seberapa dalam mengakar di hati masyarakat luas.

Melalui PR Cahaya Pro, perusahaan rokok lokal yang berakar di Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, Kabupaten, Pamekasan, Haji Muzakki berkiprah sebagai figur yang berusaha menjahit kembali hubungan antara dunia usaha dan masyarakat. Seperti konsistensi memberikan sembako kepada janda tua, fakir miskin, dan anak yatim.

Lebih dari itu, ia juga berperan aktif membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur jalan, plengsengan, paving, maupun pendirian lembaga pendidikan. Namun, kontribusi Haji Muzakki tidak hanya di bidang ekonomi dan sosial, ia juga turut berperan menghidupkan denyut olahraga di Kabupaten Pamekasan.

Pada tahun 2025, ia memberikan bonus berupa sepatu dan uang tunai diberikan kepada para atlet dan pelatih peraih medali dalam ajang Porprov Jawa Timur dan Soeratin Cup. Total sebanyak 171 atlet dan pelatih, 65 atlet peraih medali proprov, 14 pelatih peraih emas Proprov, serta puluhan pemain muda U-13 dan U-15 Soeratin menerima apresiasi itu.

“Dukungan tersebut menegaskan sebuah pemahaman sederhana tetapi bernilai tinggi: bahwa prestasi anak muda tidak boleh dibiarkan berdiri sendirian, melainkan perlu ditopang dengan dukungan nyata agar gairah mereka tidak padam di tengah keterbatasan,” ujar Fathor Rosi selaku menantu Haji Muzakki yang diamanahi sebagai penanggung jawab pengelolaan PR Cahaya Pro.

Dijelaskan, gaya kepedulian Haji Muzakki tampak membumi. Dia tidak hadir sebagai figur karismatik dengan pidato megah, tetapi lebih sebagai pengusaha yang membiarkan tindakannya berbicara.

“Beliau mencerminkan kearifan lokal Madura yang menempatkan solidaritas dan gotong royong sebagai pilar kehidupan. Apa yang ia lakukan bersama PR Cahaya Pro tidak lahir dari konsep manajemen modern yang serba terukur dalam laporan CSR, melainkan dari kesadaran kultural bahwa suksesnya seseorang selalu terkait dengan keberlangsungan orang lain di sekitarnya,” tukasnya. (lum)