PAMEKASAN, Lébur.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus konsisten mendorong penguatan literasi digital melalui kegiatan pelatihan pengelolaan konten media sosial.
Terbaru, Diskominfo Pamekasan bersama MWCNU Kecamatan Palengaan menggelar pelatihan tersebut kepada puluhan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Kamis (5/11/2026).
“Era ini kita sudah tidak bisa lepas dari media sosial, sehingga kita perlu memahami bagaimana menggunakan media sosoal itu dengan baik,” ujar Pranata Humas Diskominfo, Budi Utomo saat membacakan sambutan tertulis Kepala Diskominfo Pamekasan, Muttaqin.
Dikatakan, Pemkab Pamekasan berkewajiban memberikan edukasi kepada masyarakat tentang literasi digital, terutama anak muda, kaum santri maupun masyarakat secara umum agar tidak terjerumus kepada konten tidak produktif dan termakan hoax.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang kian pesat menuntut masyarakat mampu memfilter konten di dunia maya dengan sangat selektif. Oleh karena itu, gerakan literasi digital kini gencar disosialisasikan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya pengelolaan media sosial secara bijak, aman, dan produktif.
“Melalui penguatan literasi digital yang konsisten, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi mampu menjadi produsen konten kreatif yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” katanya.
“Oleh karena itu, kecakapan digital (digital skills) yang dibarengi dengan etika digital (digital ethics) sangat diperlukan agar ruang siber tetap sehat dan minim konflik,” pungkasnya. (kin)
