Lebur.id

Luar Biasa! Kartar Desa Teja Barat Sukses Produksi Tempe, Faridi Harap Jadi Motivasi Para Pemuda

Luar Biasa! Kartar Desa Teja Barat Sukses Produksi Tempe, Faridi Harap Jadi Motivasi Para Pemuda

PRODUKTIF; Ketua Karang Taruna Pamekasan, Moh. Faridi (kemeja biru) saat menerima produk tempe dari pengurus Karang Taruna Desa Teja Barat, Kamis (4/6/2026).

PAMEKASAN, Lêbur.id – Karang Taruna Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, memulai langkah inovatif dengan mengolah kedelai menjadi olahan pangan berupa tempe.

Hal itu membuktikan bahwa organisasi tersebut bukan sekadar wadah bertukar ide ataupun gagasan. Melainkan juga sebagai tempat berkreasi dan menumbuhkan jiwa berwirausaha demi masa depan generasi muda Indonesia yang semakin berdaya saing.

Ketua Karang Taruna Desa Teja Barat, Dwi Ari Oktaufikur Rachman mengatakan bahwa usaha itu dijalankan dengan modal seadanya yang diambil dari sumbangan pengurus dan anggota. Begitupun dengan alat produksi yang masih manual dan tergolong tradisional.

Namun, lanjutnya, keterbatasan tersebut tidak membuat para pemuda karang taruna patah semangat. Kondisi itu justru menjadi motivasi yang semakin menguatkan mental mereka untuk berproses bersama membangun usaha dari nol.

“Kami terinspirasi dan berinisiatif memproduksi tempe ini karena tingginya harga protein hewani yang sulit terjangkau masyarakat desa. Jadi jalan keluarnya untuk memenuhi kebutuhan gizi dan protein ya pakai protein nabati seperti tempe,” ujarnya kepada jurnalis Lêbur.id, Minggu (7/6/2026).

Kemudian, alasan lain yang mendorong Karang Taruna Desa Teja Barat memilih untuk memproduksi tempe yakni karena bahan bakunya mudah didapat, salah satunya dari para petani lokal.

“Kami memproduksi tempe ini sekitar dua bulan yang lalu. Awalnya kita mulai nyari literasi, terus kita uji coba, kebetulan salah satu anggota kami memang memiliki home industri tahu dan tempe. Jadinya teman-teman itu belajar ilmunya bersama dari sana,” ungkapnya.

“Setelah uji coba, hasil produk kami dibagikan ke para tetangga dan alhamdulillah ternyata diterima,” sambungnya.

Dikatakan, segmentasi konsumen pertama produk tempe tersebut yakni beberapa warung nasi sekitar. Awalnya, pihaknya memproduksi dengan bahan baku kedelai sekitar 4 kilogram (kg), kemudian meningkat menjadi 6 kg.

Ia berharap, ke depan usaha tersebut bisa semakin meningkat dengan segmentasi konsumen yang lebih besar. Tentunya, ia berharap dukungan dari Karang Taruna Kabupaten Pamekasan dan para stake holder lainnya untuk kemajuan generasi muda Kota Gerbang Salam.

“Mungkin nanti kalau kami sudah memiliki alat produksi yang lebih modern, insyaallah produksi tahu juga,” terangnya.

“Mudah-mudahan ini (usaha,red) menjadi inspirasi bagi karang taruna, organisasi kepemudaan, atau para pemuda lainnya untuk berani melangkah dan memulai usaha,” tutupnya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Pamekasan, Moh. Faridi mengapresiasi aksi nyata yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Teja Barat. Ia menyebut, pihaknya akan terus mendorong karang taruna di tingkat desa maupun kecamatan untuk menemukan dan mengembangkan potensi daerah masing-masing.

“Kami sangat bangga sekali atas inovasi yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Teja Barat. Hal ini sejalan dengan apa yang selalu kami katakan bahwa karang taruna itu bukan hanya tempat diskusi dan adu konsep, tapi bagaimana konsep-konsep itu bisa diaktualisasikan,” tegasnya, Minggu (7/6/2026).

Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal utamanya dalam proses distribusi maupun penjualan produk tempe tersebut. Serta akan berkoordinasi dengan para stakeholder dalam upaya meningkatkan alat produksi yang lebih modern dan efisien.

“Semoga inovasi yang visioner ini menjadi pilot project bagi karang taruna lain di Pamekasan agar terus tumbuh dan berdaya bersama,” pungkas Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan itu. (lum)

Exit mobile version