Lebur.id

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, Harisandi Savari Minta Pemprov Jatim Perkuat Infrastruktur Pulau Madura

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, Harisandi Savari Minta Pemprov Jatim Perkuat Infrastruktur Pulau Madura

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari.

SURABAYA, Lebur.id – Cepatnya perputaran roda ekonomi tidak lepas dari peran infrastruktur, utamanya jalan dan alat transportasi. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari menyebut bahwa dua elemen tersebut masih belum berjalan maksimal di Pulau Madura.

Menurutnya, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, jalan merupakan sebuah investasi strategis yang menentukan cepat lambatnya perputaran ekonomi daerah dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Kualitas jalan yang baik akan menurunkan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal Madura,” ujar Bang Haris, sapaannya, saat dikonfirmasi jurnalis Lebur.id, Selasa (13/1/2026).

Dikatakan, akses jalan yang baik akan membuat beberapa daerah yang selama ini terisolasi bisa cepat terhubung dengan pusat ekonomi. Sehingga para petani maupun nelayan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan.

“Infrastruktur jalan adalah elemen vital. Ketika akses jalan berkembang, daerah yang sebelumnya terisolasi akan terhubung dengan pasar, dan ekonomi rakyat akan bergerak,” tegas politisi muda asal Kabupaten Pamekasan itu.

Selain itu, Bang Haris juga menyoroti pentingnya perluasan layanan bus Trans Jatim di Pulau Garam. Berangkat dari tingginya aspirasi masyarakat yang diterima, ia meminta Pemprov segera memperluas trayek bus Trans Jatim hingga mencakup empat kabupaten di Madura, utamanya akses menuju pusat ekonomi dan pusat pendidikan.

Sebab dengan tarif yang terjangkau, transportasi publik andalan Pemprov Jawa Timur ini dinilai mampu meningkatkan mobilitas kerja, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Namun demikian, Bang Haris menilai bahwa sejauh ini masih terjadi ketimpangan infrastruktur antara wilayah kota dan pelosok Madura. Banyak jalan di pelosok desa yang masih rusak dan sempit, sehingga menghambat laju ekonomi masyarakat.

Oleh karenanya, ia berharap pembangunan infrastruktur jalan harus berkesinambungan antara pusat, provinsi, kabupaten, maupun jalan desa.

“Potensi pariwisata dan ekonomi Madura besar, tapi tidak akan optimal kalau akses jalannya masih tertinggal. Infrastruktur harus benar-benar merata hingga pelosok,” tutupnya. (lum)

Exit mobile version