Lebur.id

Tekan Angka Stunting, Arumi Bachsin Perkuat Edukasi Kader Posyandu dan Ibu Hamil di Pamekasan

Tekan Angka Stunting, Arumi Bachsin Perkuat Edukasi Kader Posyandu dan Ibu Hamil di Pamekasan

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumni Bachsin Emil Dardak (tengah) didampingi Bupati Pamekasan, Kholilurrahman (kanan) dan Ketua TP PKK Kab. Pamekasan.

PAMEKASAN, Lebur.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak menghadiri kegiatan penguatan kelembagaan posyandu melalui pemberdayaan kader dan pemberian bahan makanan tambahan balita di Kantor Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Jum’at (28/11/2025).

Pada kegiatan dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting Provinsi Jatim Tahun 2025, istri Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak itu didampingi oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Proppo, serta para kader posyandu di Pamekasan.

Dalam sambutannya, Arumi menyampaikan rasa syukur dapat bertemu langsung dengan para ibu dan balita di Pamekasan. Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir.

“Saya bersyukur bisa bertemu dengan bunda-bunda sama adik-adik balita yang hadir semuanya di sini,” ungkapnya.

Dikatakan, stunting adalah kondisi kurang gizi dalam jangka panjang sejak masa pra-kehamilan. Melalui edukasi, ia mengajak semua pihak dapat memahami ciri, penyebab, dan intervensi yang tepat bagi anak.

“Bagaimana kita terus meningkatkan ilmu pengetahuan edukasi untuk para bunda untuk para ayah supaya kita bisa mempercepat penurunan angka stunting,” jelasnya.

“Anak yang pendek belum tentu stunting. Dilihatnya bagaimana, kalau pun pendek dan semua pertumbuhan perkembangannya sesuai dengan usianya, berarti itu bagus, hanya karena ada faktor genetik,” lanjutnya.

Ia menerangkan, posyandu kini menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam penyelenggaraannya. Masing-masing yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat.

Sementara, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim dalam penurunan angka stunting di daerahnya.

Menurutnya, berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Pamekasan mengalami naik turun dalam kurun waktu 2019 hingga 2024.

“Tahun 2019, tercatat angka stunting sebesar 26,1 persen. Angka itu naik menjadi 38,7 persen pada 2020, kemudian turun drastis ke 8,1 persen pada 2022, lalu melonjak lagi menjadi 25,1 persen pada 2023. Dan turun kembali di tahun 2024 menjadi 22,3 persen,” terangnya.

Kholil melanjutkan, posyandu merupakan pelayanan kesehatan masyarakat paling dekat dengan keluarga. Pihaknya juga menyinggung data bulan timbang periode 2019-2024, yang justru konsisten memperlihatkan tren penurunan.

”Dari 17,4 persen (2019) menjadi 3,28 persen (2024). Terbaru, pada Oktober 2025 tercatat kembali turun ke 2,88 persen,” tutupnya. (lum)

Exit mobile version