Lebur.id

Upacara Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan, Bupati Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Upacara Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan, Bupati Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

KHIDMAT: Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman (atas) saat bertindak sebagai inspektur upacara Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan, hari ini.

PAMEKASAN, Lebur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sukses menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan di lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Senin (3/11/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, didampingi Wakil Bupati, Sukriyanto, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD, camat, serta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Selain itu, upacara tahunan ini berlangsung dengan menggunakan Bahasa Madura serta pakaian bangsawan Madura.

“Peringatan Hari Jadi menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan sejarah dan melestarikan budaya lokal,” kata Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, saat diwawancara awak media usai upacara.

Menurutnya, peringatan hari jadi merupakan ajakan untuk memahami sejarah Pamekasan, bukan sekadar seremonial belaka tanpa tujuan yang jelas. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak untuk mengambil pelajaran atas pelaksanaan tersebut.

“Hari Jadi ini mengingatkan kita agar tidak melupakan sejarah. Di dalamnya ada banyak pelajaran yang bisa menjadi panduan bagi masa depan kita,” ujarnya.

Kiai Kholil melanjutkan, penggunaan bahasa Madura dalam upacara hari jadi ini lantaran bahasa memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri masyarakat. Apalagi, Pamekasan saat ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena konsisten melestarikan bahasa daerah.

“Pamekasan masuk salah satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang mendapat apresiasi itu. Bahasa Madura adalah bagian dari identitas kita. Jika bahasa ini ditinggalkan, perlahan identitas itu juga akan hilang,” terangnya.

Ia berharap, masyarakat tidak menghilangkan karakter budaya daerahnya di tengah perkembangan zaman. Karena local wisdom itu menjadi salah satu kekuatan daerah.

“Bahasa dan budaya adalah fondasi peradaban yang harus kita rawat. Kami berharap, ayo kita rawat bersama,” tutupnya. (lum)

Exit mobile version