SURABAYA, Lebur.id – Anggota DPRD Jawa Timur, Harisandi Savari mendorong gagasan pembangunan jalan tol Pulau Madura untuk dipercepat. Menurutnya, percepatan tersebut guna mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat di pulau garam.
Maka dari itu, sebagai seorang putra Madura, Harisandi menilai keberadaan jalan tol di pulau dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Kehadiran tol di Madura itu untuk mengimbangi daerah lain. Tentunya perlu regulasi khusus untuk merealisasikannya,” ujar Bang Haris, sapaan akrabnya, kepada Lebur.id, Sabtu (19/10/2025) malam.
Ia melanjutkan, pembangunan tol bukan sebatas proyek infrastruktur. Lebih dari itu, keberadaan tol akan menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi di Madura. Diantaranya seperti memperlancar distribusi barang dan jasa, mempersingkat waktu tempuh antar daerah, dan meningkatkan konektivitas antar empat kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep).
“Jalan tol akan membuat pengiriman barang dan jasa lebih efisien, mempermudah wisatawan menjangkau objek wisata, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru,” urainya.
Kemudian, lanjut Bang Haris, realisasi pembangunan tol Madura juga membutuhkan sinergi lintas sektoral. Ia berharap Gubernur Jatim, pimpinan daerah empat kabupaten, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, untuk segera duduk bersama menyepakati langkah konkret dan peta pembangunan.
“Untuk tol di Madura, saya melihat jalur Pantura adalah rute yang paling layak dibangun. Tapi kuncinya adalah kesepakatan bersama seluruh pihak,” jelasnya.
Selain itu, dengan sistem drainase modern dan perencanaan transportasi yang terintegrasi, keberadaan jalan tol juga diharapkan dapat mengatasi beberapa persoalan klasik di jalur Madura, seperti kemacetan akibat pasar tumpah, serta pesoalan banjir yang sering terjadi ketika musim hujan, utamanya di Kabupaten Sampang dan Pamekasan.
“Pembangunan tol bukan hanya soal infrastruktur. Tapi tentang membuka harapan baru bagi masyarakat Madura untuk maju dan sejajar dengan wilayah lain di Jawa Timur,” tutupnya. (lum)
Berikan Balasan