PAMEKASAN, Lebur.id – Perusahaan rokok asal Kabupaten Pamekasan, Madura, yakni PT. Empat Sekawan Mulia (ESM), terus menunjukkan taringnya untuk bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan rokok besar nasional bahkan internasional.
Terbaru, PT. ESM akan melakukan ekspor 10 juta batang rokok merk King Bravo ke Filipina. Rokok yang asli diproduksi di Kabupaten Pamekasan untuk kemudian diekspor ini merupakan permintaan langsung negeri Mutiara Laut dari Timur tersebut.
Tentunya, sebelum proses ekspor terlebih dahulu produk harus melalui tahap pendampingan dan pemeriksaan yang ketat oleh Bea Cukai. Dalam hal ini dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura atau Bea Cukai Madura.
Kepala Seksi Perbendaharaan KPPBC Madura, Budi Suharto menjelaskan, pendampingan maupun pemeriksaan pihaknya lakukan guna memastikan kelayakan dan kesesuaian prosuk rokok dengan prosedur yang berlaku.
“Ini menjadi tugas kami Bea Cukai guna memberikan pendampingan dan dukungan. Karena ini merupakan sesuatu hal yang positif tidak hanya ke Madura, tapi secara keseluruhan untuk perekonomian dan menambah devisa negara,” jelasnya saat pemeriksaan di gudang induk PT. ESM, Rabu (9/7/2025).
Proses pemeriksaan dilakukan terhadap 10 persen dari barang yang akan di ekspor ke luar negeri. Tidak hanya itu, Bea Cukai juga akan melakukan pemantauan hingga ke pelabuhan untuk proses pengiriman.
Sementara, owner PT. ESM, H. Suhaydi menjelaskan, ada seribu karton rokok dari 10 juta batang rokok yang akan dikirim ke negara Filipina.
“Alhamdulillah produk kita bisa diterima di negara lain. Ini salah satu bentuk kemampuan kita untuk berkompetisi. Harapan kita, dengan ekspor ini bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi bahwa kalau kita mau berusaha sungguh-sungguh, konsisten, pasti bisa,” katanya, Rabu (9/7/2025).
Pria yang akrab disapa Bos Djava ini menambahkan, perusahaannya sebelumnya juga pernah melakukan ekspor rokok ke sejumlah negara, seperti Malaysia dan Timor Leste. Bahkan, saat ini ada dua negara yang sudah melalukan perjanjian kerjasama ekspor, yakni Polandia dan Australia.
“Untuk saat ini (Filipina,red) satu brand, yaitu King Bravo. Menembus pasar internasional bukan hal mudah. Kita berharap dengan adanya brand-brand yang sudah masuk (ekspor,red) nanti disusul dengan brand-brand yang lain,” tegasnya.
Selain itu, ia berkomitmen akan terus berusaha maksimal dalam menjamin kepuasan konsumen guna menjaga kepercayaan terhadap produk-produknya yang di ekspor.
“Sekarang kita kirim seribu karton dengan 10 juta batang,” pungkasnya. (lum)
