PAMEKASAN, Lebur.id – Tim futsal Kabupaten Pamekasan, Madura, berhasil mengalahkan Kabupaten Blitar dengan skor 5-4 pada laga perempat final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur di Graha Polinema, Kota Malang, Rabu (25/6/2025). Berkat kemenangan ini, futsal Pamekasan berhak melaju babak semifinal Porprov Jatim.
Laga ini berjalan cukup sengit. Pamekasan sempat tertinggal 3-1 di babak pertama, dan menjadi 4-2 di babak awal babak kedua. Pamekasan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4 dan bahkan comeback menang 5-4 di 10 menit akhir. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan itu juga memperpanjang rekor tidak terkalahkan tim futsal Pamekasan di event olahraga terbesar se-Jawa Timur ini. Dari 8 laga yang dilakoni Sejak pra-Porprov, babak penyisihan grup Porprov, hingga perempat final, Fachri Maulidi Rohman dkk sukses menyapu bersih dengan kemenangan.
Pada laga semifinal, Pamekasan akan menghadapi tim tuan rumah, yakni Kota Malang di Graha Polinema, Kota Malang, pada Kamis (26/6/2025) besok, jam 12.00 WIB. Sedangkan semifinal lainnya akan mempertemukan Kota Surabaya melawan Kabupaten Ponorogo di lapangan dan hari yang sama, jam 10.00 WIB.
Nantinya, jika Pamekasan menang pada semifinal, maka otomatis akan melaju ke final untuk memperebutkan medali emas dan perak. Sekalipun kalah, Pamekasan masih punya satu kesempatan lagi melawan tim yang sama-sama kalah di semifinal untuk merebut medali perunggu Porprov.
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Pamekasan, Tabri S. Munir mengatakan, perjuangan untuk meraih kemenangan di laga 8 besar itu mencerminkan karakter dan mental juara para pemain futsal Pamekasan yang semakin terbentuk.
“Karakter dan mental juara mereka terbentuk. Mereka punya semangat juang sebagai pejuang. Tegang, menegangkan dan tentunya surprise. Unggul 1-0, tertinggal 3-1, dan akhirnya mereka bisa memenangi,” terangnya, Rabu (25/6/2025).
Menurutnya, pencapaian tim asuhan Muhammad Rifqi pada Porprov tahun ini sudah melampaui catatan perjalanan tahun-tahun sebelumnya yang tidak pernah menyentuh babak semifinal.
“Apapun hasil akhirnya di akhir perjalanan Porprov. Bawa medali ataupun gagal bawa medali, mereka telah menorehkan catatan sejarah perjalanan futsal Pamekasan, ini kami perlu digarisbawahi,” tegasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan ini menceritakan, perjuangan futsal Pamekasan pada Porprov tahun 2025 dimulai dari titik terendah. Seperti masuknya futsal dalam cabor prioritas empat KONI Pamekasan yang tidak mendapat fasilitas Puslatkab.
Kemudian juga lapangan untuk latihan yang harus kerjasama dengan pihak swasta karena GOR Nyalaran yang notabene milik Pemkab tidak bisa digunakan.
“Termasuk mereka berangkat dengan hanya berseragam kaos tidak seperti atlet cabor (cabang olahraga) lain yang lengkap dengan celana training, jaket dan sepatu,” kesalnya.
“Mari do’akan mereka para atlet futsal pulang dengan wajah tegak apapun hasil akhirnya,” harapnya. (lum)
