Lebur.id

Luncurkan Program Paduka, Bupati Pamekasan Komitmen Jadikan Waru Sebagai Kota Kedua

Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menyentuh layar LED sebagai tanda dilaunchingnya program Paduka, Selasa (17/6/2025).

PAMEKASAN, Lebur.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, menggelar launching program pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan (Paduka) di kantor Kecamatan Waru, Selasa (17/6/2025).

Program Paduka ini merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Kholilurrahman- Sukriyanto, yang dimotori oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) setempat.

Pada kesempatan itu, program Paduka ini diresmikan langsung oleh Bupati Kholilurrahman, bersama Wakil Bupati, Sukriyanto, Sekretaris Daerah (Sekda), Masrukin, Plt. Kepala Disdukcapil, Saudi Rahman, dan sejumlah pejabat lainnya.

Bupati Pamekasan, Kholilurrahman mengatakan bahwa dokumen kependudukan merupakan salah satu hak warga negara yang wajib difasilitasi oleh negara. Hal itu sebagai bentuk pengakuan negara terhadap rakyatnya dalam bentuk dokumen yang sah.

“Sebagai warga negara hak-hak kita dilindungi oleh negara. Ketika lahir kita memperoleh akte kelahiran, kemudian seiring bertambahnya usia dibuatkan kartu identitas anak (KIA), KTP (kartu tanda penduduk). Bahkan setelah meninggal pun kita dibuatkan akte kematian,” terangnya ketika sambutan.

Ia menyebut, dokumen-dokumen kependudukan kini sudah menjadi dasar dari seluruh pelayanan publik. Seperti ketika anak mau masuk sekolah, tentu butuh akta kelahiran, kartu keluarga (KK), dan KIA. Kemudian juga ketika butuh layanan kesehatan seperti BPJS, maka butuh KTP elektronik, KK, maupun dokumen kependudukan lainnya.

Oleh karena itu, dalam 100 hari kerja, pihaknya bertekad untuk memudahkan pelayanan kependudukan bagi masyarakat Pamekasan wilayah utara dengan program Paduka tersebut.

Menurutnya, jika mengurus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil Pamekasan di mal pelayanan publik (MPP) di Jalan Raya Panglegur Pamekasan. Bagi masyarakat Pamekasan wilayah utara jaraknya cukup jauh sehingga butuh tenaga, waktu, bahkan biaya yang lumayan merogoh kocek.

“Alhamdulillah mulai hari ini untuk memperoleh identitas kependudukan, masyarakat Pamekasan wilayah utara tidak lagi harus datang ke kantor Disdukcapil di MPP,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya berinisiatif untuk menjadikan Kecamatan Waru sebagai kota kedua di Pamekasan dan menjadi center point pelayanan bagi masyarakat Pamekasan wilayah utara.

“Kami dari awal sudah berkomitmen Waru sebagai kota kedua di Pamekasan,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa program dalam mewujudkan itu. Selain Paduka, ada juga program sekolah rakyat, kemudian penempatan salah satu unit pemadam kebakaran (damkar), perusahaan daerah air minum (PDAM), tempat pembuangan akhir (TPA), tempat pembuangan sampah (TPS), serta beberapa terobosan lain.

“Dengan memohon rahmat dan ridho Allah, dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, pelayanan administrasi kebendudukan di kecamatan atau Paduka di kantor Kecamatan Waru secara resmi saya nyatakan dibuka dan bisa melayani masyarakat,” tutupnya. (lum)

Exit mobile version