Usai Dilantik, PWI Pamekasan Bersama Pemerintah dan Stake Holder Sepakat Kawal Madura Sebagai KEK

SEPAKAT : Foto bersama pengurus PWI Pamekasan bersama Pemkab dan para stake holder dengan pose semangat, Rabu (14/5/2025).

PAMEKASAN, Lebur.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, resmi melantik pengurus PWI Pamekasan, Madura, periode 2025-2028 di Ballroom Hotel Azana Style, Jalan Jokotole Pamekasan, Rabu (14/5/2025).

Hadir dalam pelantikan tersebut, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, Wabup Pamekasan, Sukriyanto, Wakil Ketua PWI Jatim, Mahmud, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Pamekasan, Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para pengusaha, organisasi kemahasiswaan, serta para stake holder lainnya.

Selain pelantikan, PWI juga menggelar forum pentahelix bersama para stake holder yang didalamnya membahas tentang Madura sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Di akhir diskusi, PWI Pamekasan bersama para stake holder juga menandatangani komitmen pengawalan Madura sebagai KEK.

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam mengatakan, pihaknya sengaja menggagas diskusi Madura sebagai KEK dengan konsep pentahelix. Hal itu guna terjadi kesamaan persepsi antara lima elemen utama masyarakat, yakni pemerintah, akademisi, pengusaha, organisasi dan komunitas, serta media media.

Selain itu, ia berpesan bahwa di tengah dinamika yang ada, insan pers harus tetap menjaga netralitas, independensi, dan profesionalisme kerja. Menurutnya, sebagai risalah dalam membuka wawasan dan jembatan aspirasi masyarakat, penting bagi insan pers untuk selalu mengembangkan pengetahuan, kompetensi, dan etika jurnalistik yang baik.

“Ketika kemampuan menulis dan analisis kita baik, serta etika jurnalistik yang tinggi maka akan membawa kesejahteraan bagi kita semua. Jangan dahulukan kesejahteraan, tetapi utamakan kualitas dan kompetensi,” ujarnya ketika sambutan.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman menyampaikan, guna menyukseskan Madura sebagai kawasan ekonomi khusus. Para pemerintah dari empat kabupaten di Madura, yakni Pamekasan, Sumenep, Sampang, dan Bangkalan, harus punya pemahaman dan semangat yang sama dengan menghilangkan ego sektoral masing-masing.

Menurutnya, selain tembakau, terdapat beberapa komoditas unggulan lain di Madura yang dapat terus dikembangkan sehingga bisa mengangkat ekonomi di Madura secara signifikan. Seperti garam, peternakan, dan pertanian.

“Kalau Desa Ponggok (nama desa di Jawa Tengah) saja bisa beralih dari desa miskin menjadi desa kaya. Masak Madura yang banyak sarjana dan akademisinya tidak bisa membuat lompatan-lompatan besar sehingga dengan demikian terjadi percepatan pembangunan,” terangnya.